![]() |
| Pict.: google |
Drama seputar TA gue masih berlanjut. Kemarin gue muter-muter nyari tempat buat penelitian. Yaps, karena TA gue sudah terlanjur pakai nama Badan Pusat Statistik (BPS), akhirnya gue putusin buat pindah ke BPS di kota gue aja (dulunya di karesidenan).
Gue muter-muter hampir satu jam, sebelum akhirnya nemu yang namanya kantor BPS. Nyelip di samping kantor Badan Pertanian dan Ketahanan Pangan di Basuki Rahmat. Wajah aja gue nggak nemu-nemu, orang gue jarang lewat situ. Kalaupun lewat, pasti nggak tengok kanan-kiri ada apa saja.
Pukul sebelas tiga puluh, gue sampai di kantor BPS. Nggak ada orang, sepi. Cuma mbak-mbak yang sedang nunggu kantor, lainnya lagi pada rapat. Gue tanya-tanyalah itu si Mbak.
"Maaf, kalau boleh tahu, jumlah pegawai di sini berapa ya?" Gue was-was nunggu jawaban dari si Mbak itu.
"Yang di kantor ada 15 orang." Deg... Gue lemas, kayaknya bakal nggak ada hasil.
"Tapi, yang di lapangan ada 19, sekarang sedang sibuk di kecamatan, sensus pertanian." Si Mbak nerusin omongannya.
Rasanya gue udah mau lompat saking senangnya. Thanks God, semoga ini menjadi titik cerah bagi episode drama TA gue.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar