Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label TA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TA. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Juni 2013

About "TA" (3)

Pict.: google

Drama seputar TA gue masih berlanjut. Kemarin gue muter-muter nyari tempat buat penelitian. Yaps, karena TA gue sudah terlanjur pakai nama Badan Pusat Statistik (BPS), akhirnya gue putusin buat pindah ke BPS di kota gue aja (dulunya di karesidenan).

Gue muter-muter hampir satu jam, sebelum akhirnya nemu yang namanya kantor BPS. Nyelip di samping kantor Badan Pertanian dan Ketahanan Pangan di Basuki Rahmat. Wajah aja gue nggak nemu-nemu, orang gue jarang lewat situ. Kalaupun lewat, pasti nggak tengok kanan-kiri ada apa saja.

Pukul sebelas tiga puluh, gue sampai di kantor BPS. Nggak ada orang, sepi. Cuma mbak-mbak yang sedang nunggu kantor, lainnya lagi pada rapat. Gue tanya-tanyalah itu si Mbak. 

"Maaf, kalau boleh tahu, jumlah pegawai di sini berapa ya?" Gue was-was nunggu jawaban dari si Mbak itu.

"Yang di kantor ada 15 orang." Deg... Gue lemas, kayaknya bakal nggak ada hasil.

"Tapi, yang di lapangan ada 19, sekarang sedang sibuk di kecamatan, sensus pertanian." Si Mbak nerusin omongannya.

Rasanya gue udah mau lompat saking senangnya. Thanks God, semoga ini menjadi titik cerah bagi episode drama TA gue.
 

Jumat, 07 Juni 2013

About "TA" (2)

pict.: nyomot dari google

"Ujian TA tanggal 3-4 Juli... pendaftaran paling lambat akhir bulan ini." Tepat pukul 10.17 HP gue menerima SMS seperti itu. Kaget? Iya. Stres? Jelas! 

TA gue baru bab 3. Sampai sejauh ini, belum ada tutorial penggunaan SPSS dari dosen. Mahasiswa mana yang tidak stres jika sebulan lagi sidang, tapi apa itu SPSS saja tidak tahu. Lalu bagaimana? Mungkin ya... mungkin orang pinter SPSS belakang kampus bakal kebanjiran order dari anak-anak adbis kampus gue. Secara satu kelas belum ada yang bisa pakai SPSS. TA-nya tidak buat sendiri dong? Ah, nggak juga, kan bab 1-3 dikerjakan sendiri, hanya SPSS-nya saja yang dibuatkan. Toh, banyak yang begitu. 

Sesaat, gue jadi berpikir kalau gue ini tidak berperike-pendidikan sama sekali. Terus buat apa gue kuliah tiga tahun, kalau mengerjakan SPSS saja harus bayar orang? Tapi, kalau dosen sudah setuju bagaimana? Hitung-hitung membukakan lapangan pekerjaan buat orang lah. Dengan cara begitu, apa benar? Ah, gue jadi benci harus mikir kayak gini. Mending balik cerita soal TA gue yang baru bab 3 dan bulan depan harus siap sidang. 

Sepertinya kalau belajar SPSS saja sih, dua sampai tiga kali pertemuan pasti beres. Masalahnya, gue baru ngeh kalau minimal sampel yang diolah oleh SPSS adalah 30. Sedangkan populasi (dan semua gue tarik jadi sampel) cuma 20 responden. Bagaimana lagi, dong? Dari awal dosen pembimbing tidak nyuruh gue buat ganti tempat penelitian, padahal beliau sudah tahu kalau populasinya hanya 30 dan itu (mungkin) tidak bisa diolah dengan SPSS. Gue maju terus, wong dosennya saja sudah 'acc' kok. Kalau sampai tidak bisa diolah dengan SPSS, ya gue salahin saja dosennya, kenapa dulu 'acc' bab 3 gue. 

Gue stres. Banget. Oh, martabaks come to mama, please! Gue butuh suntikan semangat. Supaya otak gue nggak ngadat. Supaya TA gue jadi lancar. Supaya bulan depan bisa sidang. Supaya gue bisa lulus. Lalu, habis lulus, mau apa? Yes, that's the problem.

Gue resmi nangis!

Minggu, 19 Mei 2013

About "TA" (1)

pict: google

Besok itu Senin, rencananya gue mau bimbingan. Hari Rabu kemarin mau bimbingan, tapi batal gara-gara dosbing gue masih repot. 

"Ta, tolong SMS ke dobing, besok beliau repot apa nggak." Gue minta tolong ke Nita (temen gue) buat SMS ke dobing. Jujur, gue sungkan SMS sendiri. 

"Gimana SMS-nya? Gue takut." Jiahhh... ternyata sama aja.

"Tanya aja, besok beliau repot apa tidak, solanya kita mau bimbingan besok."

"Kalimatnya gimana?" Duh, Nita... Masa iya gue suruh ngetikin gimana SMS-nya? Tau gitu gue sendiri aja yang SMS.

"Selamat malam, Pak. Besok Bapak ada waktu apa tidak? Saya dan teman-teman mau bimbingan." Gue akhirnya ngetikin juga tuh SMS yang bakal dikirim ke dosbing. 

"Bimbingan harinya Rabu sama Kami ya.... mulai jam 10," balas dosbing gue. 

Yap, begitulah... Jadi mahasiswa tingkat akhir itu emang harus banyak sabar, legowo. Apalagi kalau sudah di-PHP-in sama dosbing. Janjinya mau datang, tapi pas ditunggu malah nggak datang. Untung tadi gue nyuruh temen gue SMS ke dosbing dulu. Kalau enggak, rugi gue besok jauh-jauh datang ke kampus, tapi dosbing malah nggak ngampus. 

Btw, TA gue udah mau masuk Bab IV. Doain ya semua lancar dan gue bisa lulus tepat waktu. Aamiin....
 
Blogger Templates